021 - 741 80 54
021 - 298 224 83

Kredit Motor Murah Honda Dealer Jakarta

Kredit motor honda, proses cepat, syarat mudah, harga murah, cicilan ringan angsuran terjangkau, dealer penjualan motor baru, kredit dan cash, cod, aman asuransi

Kredit Motor Murah Honda Dealer Jakarta

Kredit motor honda, proses cepat, syarat mudah, harga murah, cicilan ringan angsuran terjangkau, dealer penjualan motor baru, kredit dan cash, cod, aman asuransi

Wallpaper Gambar Image Logo Icon - Kredit Motor Murah Honda Dealer Jakarta

Wallpaper Gambar Image Logo Icon
honda37.com
Kredit Motor Murah Honda Dealer Jakarta
Kredit motor honda, proses cepat, syarat mudah, harga murah, cicilan ringan angsuran terjangkau, dealer penjualan motor baru, kredit dan cash, cod, aman asuransi
Jadetabek, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi,
Menjawab Kebutuhan Kredit Anda

Tips Cara Mengerem Motor yang Aman Dan Benar

Jakarta, – Tak semua pengendara lihai mengendalikan sepeda motor. Tapi yang Sangat penting sebenarnya bukan soal bermanuver, tetapi justru hal-hal sederhana seperti teknik mengerem. Banyak yang asal mengerem untuk mengurangi kecepatan atau berhenti, padahal untuk mengerem secara aman ada Tekniknya.

Menurut Emerson Tantono, Network Development dan Instruktur Senior Safety Riding PT Astra Honda Motor, sebenarnya mengerem yang benar-benar efektif adalah menggunakan secara bersamaan antara rem depan dan belakang, bukan mengoptimalkan salah satu.

”Kita tidak bicara presentase kekuatan, misalnya rem depan dan belakang harus total jumlahnya 100 persen. Karena itu rancu. Lebih efektif untuk menghentikan atau memperlambat laju adalah menggunakan rem depan,” tegas Emerson kepada KompasOtomotif, (19/5/2014).

Berikut beberapa tips dari Emerson bagi semua biker agar menguasai teknik mengerem yang betul:
1. Dilihat tipe sepeda motor, menurut Emerson hampir sama jika bicara pengereman. Memang, untuk sepeda motor sport akan lebih kompleks, karena sesudah mengerem harus dibarengi dengan memindah gigi ke lebih rendah (engine brake) jika ingin semakin efektif. Ini juga mirip untuk sepeda motor bebek, namun karena bobot jenis cub tidak seberat sport, engine brake dilakukan jika urgent.

2. Belajar dulu! Saat belajar naik kendaraan roda dua misalnya sepeda, sudah terpatri dalam benak agar pakai rem belakang dulu. Nah, untuk sepeda motor tidak bisa sepenuhnya diterapkan. ”Banyak asumsi biker mengerem roda belakang lebih efektif, pemikiran ini yang harus diubah,” tegas Emerson.

3. Penekanan atau kekuatan rem, biker sendiri yang bisa menentukan. Hal ini dilihat dari kecepatan dan kondisi jalan. Misalnya di jalan basah, alangkah baiknya tidak terlalu ditekan jika mengerem. Itulah sebabnya, jika di jalanan basah atau licin, wajib mengurangi kecepatan agar jika sewaktu-waktu butuh mengerem, tidak ditekan keras karena laju sepeda motor terlalu kencang.

Penggunaan jari untuk menarik tuas rem sesuaikan dengan kekuatan yang dibutuhkan. Untuk pengereman maskimal, bisa menggunakan empat jari seperti gerakan meremas. ”Perlu diingat, rem tidak berdiri sendiri. Pikirkan keselamatan jika jalan licin dengan mengurangi kecepatan. Penggunaan rem tetap depan dan belakang, jangan salah satu,” pesan Emerson.

4. Penggunaan rem belakang saja hanya disarankan untuk kondisi tertentu. Misalnya melewati turunan dengan kecepatan rendah. Rem belakang saja akan membuat sepeda motor tidak stabil alias ”ngesot”.

5. Menikung. Secara teori, rem hanya digunakan menjelang masuk tikungan untuk memperlambat laju. Begitu sudah masuk tikungan, justru lakukan akselerasi agar cengkeraman roda depan semakin baik. Banyak yang salah, saat berada di tikungan malah melakukan pengereman. Dikatakan Emerson akan sangat berbahaya, apalagi dalam kecepatan tinggi.

6. Secara umum perlu latihan menggunakan rem repan. Hal ini dibutuhkan untuk mengantisipasi jika melakukan pengereman mendadak. Jangan takut menggunakan rem depan, asal dilakukan dengan benar.

Sumber: kompas.com

HONDA CBR300R versi Telanjang Dijual Rp46 Juta, Akan Segera di Luncurkan

11-Jul-2014
Honda CB300F.
Honda belum lama ini menuturkan akan memproduksi motor versi telanjang (naked) dari CBR300R. Pabrikan motor berlogo sayap mengepak itu memberinya nama CB300F.
Setelah lama bersikap kukuh, Honda akhirnya melumer dengan merilis harga motor yang memiliki desain streetfighter terinspirasi dari CB500F ini.

Dilansir Autoevolution, Jumat 11 Juli 2014, di Amerika Serikat, motor yang hanya keluar dalam warna merah itu ternyata dibanderol US$3.999 atau setara Rp46 jutaan. Motor yang baru akan dirilis 2015 itu dipastikan akan menggunakan platform yang sama dengan CBR300R.

Kesamaaan itu terlihat pada mudguard, desain jok, knalpot, penutup tambahan untuk jok penumpang, dan lampu belakang.
2015 Honda CB300F
Dapur pacu yang diusungnya pun juga sama, yakni mesin 286 cc 1 silinder yang mampu melontarkan tenaga 30 PS dan torsi 26,8 Nm. Mesin itu dikawinkan dengan gearbox manual 6-percepatan. Tak ada yang berubah.

Karena mengusung gaya naked, tentu saja perubahan ada pada fairing yang disingkirkan. Bobot motor pun kemudian agak ringan setelah CB300F mendaulat rangka tubular yang dikaitkan dengan Pro-Link adjustable, dan garpu 37 mm. Tak heran jika motor ini bakal terasa ringan saat dibawa 'ngebut' di jalan raya dan perjalanan jauh.
2015 Honda CB300F

Jika dicermati dengan seksama, perbedaan yang kentara ada pada desain setang yang lebih tinggi, dan posisi pijakan kaki penumpang yang dirancang ulang agar lebih nyaman dan mendukung gaya streetfighter.

Bicara konsumsi bahan bakar, Honda mengklaim jika motor ini terbilang cukup irit, karena mampu menjelajah 30 km dengan satu liter BBM.

Jika tiba saat peluncurannya, CB300F dipastikan bakal menjadi lawan tangguh Kawasaki Z250 dan Suzuki Inzuma yang sama-sama mengusung gaya streetfighter dengan mesin yang tak jauh berbeda.

Sumber: news.viva.co.id

 
Kembali Ke Atas